Skip to toolbar

4 Faedah yang Bisa Kita Ambil dari Surat An-Nisa Ayat 78

Basmalah

Kematian adalah momok yang menakutkan bagi sebagian besar orang. Bahkan untuk menghindarinya, banyak orang yang rela melakukan apa saja, termasuk meninggalkan perintah agama. Hal ini diabadikan oleh Allah dalam Surat An-Nisa:78

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَإِن تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِندِ اللَّهِ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِندِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِندِ اللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا

 

Artinya:

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?

Imam Qurthuby dalam tafsirnya mengatakan bahwa setidaknya ayat ini mempunyai 4 faedah:

Faidah 1

Ayat ini ditujukan untuk setiap orang meskipun yang dibicarakan adalah golongan munafik dan muslim yang lemah yang berkata:”seandainya kewajiban ini kamu tunda hingga datangnya kematian”

Setidaknya ada dua pendapat ulama tentang makna kata buruj:

1. Pendapat sebagian besar ulama, buruj berati istana yang besar, benteng di bumi, dll. Pendapat semisal ini disampaikan oleh Qatadah, Ibnu Jarir, Mujahid, ibnu Abbas, dll

2. Menurut pendapat lainnya, buruj berarti buruj (rasi bintang) di langit yang terdiri dari dua belas (aquarius, virgo, sagitarius, dll). Pendapat semisal ini disampaikan oleh Al-Sudda, Malik.

Imam Qurthuby lebih memilih pendapat pertama.

Faidah 2

Ayat ini adalah bantahan untuk kaum Qadariyah tentang ajal. Ketika ajal telah sampai maka ruh akan berpisah dengan jasadnya, baik itu dengan terbunuh atau mati biasa. Kaum mu’tazilah berkata:”seandainya orang tidak terbunuh dalam peperangan, niscaya dia akan tetap hidup”. Ini adalah perkataan yang salah semisal dengan perkataan orang kafir dan munafik.

Faidah 3

Menjadikan negara dan bangunan sebagai pelindung dalam menjaga harta dan jiwa adalah sunatullah untuk para hamba. Sehingga hal ini adalah bantahan bagi orang yang berkata:”Tawakal adalah meninggalkan usaha”. Karena mengambil perlindungan di suatu negara dan bangunan, membuat parit mengelilingi benteng, dll adalah sebab terwujudnya keamanan dan Allah memerintahkannya.

Faidah 4

Jika kita mengambil pendapat Malik dan Sudda, yaitu buruj yang berada di langit, gugus bintang yang terdiri dari 12 rasi bintang. Allah telah menciptakan benda-benda langit sebagai petunjuk arah, penanda waktu untuk shalat sehari semalam, dll.

Faidah 5

Apabila orang munafik tertimpa suatu kebaikan mereka berkata ini karena Allah, dan apabila tertimpa kejelekan seperti kekeringan, kekalahan dalam perang, dll. mereka berkata ini karena Muhammad, yaitu karena jeleknya perencanannya atau karena kesialan yang dibawa. Allah membantah mereka bahwasanya kesenangan maupun kesusahan datangnya dari Allah.

Semoga faedah-faedah dari ayat tersebut dapat bermanfaat untuk kita.

Disarikan dari Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur’an (Tafsir Qurthuby). 2010. Darul Hadits, Kairo. Hal. 248 – 250

Bumi Mentaram, 3 Oktober 2015M/21 Dzulhijjah 1436 H