Skip to toolbar

Islam

Basmalah

Defini Islam

Islam didefinisikan sebagai[1]:

الإسلام هو استسلام لله بالتوحيد، والانقياد له بالطاعة والبراءة من الشرك وأهله

Islam adalah menyerahkan diri kepada Allah dengan bertauhid, tunduk kepada-Nya dengan ketaatan, dan berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya

Makna Islam

Dalam teks-teks, baik qur’an maupun yang lainnya, Islam kadang-kadang diartikan secara khusus (خاص) dan kadang kala diartikan secara Umum (عام), tergantung kontesk kalimatnya. Makna islam secara khusus dan Umum adalah[2]:

1) Islam dimaknai secara Umum

الإسلام بالمعنى العام هو التعبد لله بماشرع منذ أن أرسل الله الرسل إلى أن تقوم الساعة

Islam dimaknai secara Umum adalah penyembahan kepada Allah dengan semua yang Dia syari’atkan semenjak Allah mengutus rasul-rasul hingga datangnya hari kiamat

Dengan begitu semua syariat sebelumnya yang dibawa para rasul adalah agama Islam, seperti firman Allah تعالى kepada Ibrahim:

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh (berislam) kepada Engkau (Al-Baqarah:128)

2) Islam dimaknai secara khusus

Islam dimaknai secara khusus adalah setelah diutusnya Nabi صلى الله عليه وسلم yang mana syari’at tersebut dikenali sebagai sesuatu yang dibawa muhammad صلى الله عليه وسلم, karena semua yang dibawa Nabi صلى الله عليه وسلم menghapus semua ajaran para rasul sebelumnya, sehingga barang siapa yang mengikutinya disebut sebagi muslim dan yang mengingkarinya dinyatakan sebagai kafir. Maka yang disebut muslim adalah yang mengikuti rasulnya pada jaman rasul tersebut. Oleh karena itu, Yahudi adalah seorang muslim pada jaman musa عليه السلام, orang nasrani juga disebut muslim pada masa ’Isa عليه السلام, dan setelah diutusnya Nabi صلى الله عليه وسلم orang-orang yang tidak mengimaninya bukanlah muslim.

Yogyakarta, 29 Rabi’ Al-Tsani 1345/1 Maret 2014

Abul Abbas Al-Banarany Al-Thuwailiby


  1. Abu Ibrahim Muhammad bin ’Abdul Wahhab Al-Wushabi, Al-Qaul Al-Mufid fii Adilah Al-Tauhid, Maktabh Al-Islam Al-Wad’i, Shan’a, Yaman. (hal.27)  ↩
  2. Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, Jami’ Syuruh Ats-Tsalatsatul Ushul, Dar ibnu Jauzi, Kairo. (hal. 65)  ↩