Skip to toolbar

Sabar

Basmalah

5623339500_e6d430498d_oDefinisi Sabar

الصبر: حبس النفس على طاعة لله، وحسبها عن المعصية الله، وحسبها عن التسخط عن الأقدار الله

Sabar adalah menahan diri agar tetap di atas ketaatan kepada Allah, menahan diri dari berbuat maksiyat kepada Allah, dan menahan diri dari perbuatan membenci takdir Allah.[1]

Semakin kuat rintangan yang kita hadapi berarti kita semakin dekan dengan pertolongan Allah azza wa Jalla. Pertolongan Allah Azza wa Jalla tidak selalu datang ketika kita masih hidup, akan tetapi sering kali pertolongan itu datang ketika kita sudah meninggalkan dunia ini, sehingga kita tidak sempat melihat hasil dakwah kita. Bisa jadi selama hidup kita tidak mendapatkan tempat di hati ummat yang kita dakwahi, lalu setelah kita meninggalkan dunia datanglah pertolongan Allah azza wa jalla dengan membukakan hati mereka terhadap dakwah kita[1].

Pelajaran tentang kesabaran bisa kita lihat dari contoh-contoh para pendahulu kita, yaitu para nabi dan para salaf. Rasulullah pernah di lempari batu oleh penduduk suatu kaum dan diusir keluar dari kampung tersebut, tetapi Rasulullah tetap sabar dan beliau berdoa[1]:

اللهم اغفر لقومي فإنيم لا يعلون

Ya Allah ampunilah ummatku, sesunggunya mereka adalah orang-orang yang tidak mengetahui

Macam-macam kesabaran

Sabar mempunyai tiga macam jenis:

  1. Sabar untuk tetap taat kepada Allah
  2. Sabar untuk tetap menjauhi perbuatan maksiyat terhadap Allah
  3. Sabar terhadap takdir dari Allah, baik itu dengan sebab manusia maupun bukan

  1. Jami’ Syuruh Ats-Tsalatsatul Ushul, Dar ibnu Jauzi, Kairo  ↩