Skip to toolbar

Makna Kalimat Syahadat “Anna Muhammadan Rasulullah”

Basmalah

Makna Syahadat أن محمدا رسول الله

لا متبوع بحق إلا رسول الله صلى الله عليه وسلم، وغير رسول الله صلى الله عليه وسلم إن اتبع فيما لا دليل عليه فقد اتُبع بباطل

Tidak ada yang berhak diikuti kecuali Rasulullah shallaa Allahu ’alaihi wa sallam, dan jika mengikuti selain Rasulullah shallaa Allahu ’alaihi wa sallam tanpa ada dalil, maka dia telah mengikuti dengan bathil (tidak berhak diikuti, -red) [1]

Konsekuensinya

Kalimat syahadat أن محمدا رسول الله tidak hanya harus diucapkan dengan lisan, akan tetapi juga harus diyakini di dalam hati. Beberapa konsekuensi kalimat ini adalah: [2]

  1. Membenarkan kabar-kabar yang dibawa oleh Rasulullah shallaa Allahu ’alaihi wa sallam
  2. Melaksanakan perintah Rasulullah shallaa Allahu ’alaihi wa sallam dengan mencontohnya (imtitsalan)
  3. Menjauhi segala yang dilarang oleh Rasulullah shallaa Allahu ’alaihi wa sallam
  4. Tidak beribadah kepada Allah ’Azza wa Jalla kecuali dengan syariat yang dibawa Rasulullah shallaa Allahu ’alaihi wa sallam

Termasuk konsekuensi dari kalimat ini adalah tidak meyakini bahwasanya Rasulullah shallaa Allahu ’alaihi wa sallam mempunyai hak dalam kerububiyahan (misalnya mampu mengabulkan doa orang yang memintanya, dll, -red), mengatur alam; serta mempunyai hak untuk diibadahi. Akan tetapi beliau shallaa Allahu ’alaihi wa sallam hanyalah hamba yang tidak berhak diibadahi dan seorang rasul yang tidak boleh didustakan; beliau shallaa Allahu ’alaihi wa sallam tidak memiliki manfaat maupun kemudharatan untuk jiwanya dan jiwa orang selainnya sedikit pun, kecuali jika Allah menghendakinya [2].


  1. Abu Ibrahim Muhammad bin ’Abdul Wahhab Al-Wushabi, Al-Qaul Al-Mufid fii Adilah Al-Tauhid, Maktabh Al-Islam Al-Wad’i, Shan’a, Yaman. (hal.25)  ↩
  2. Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, Jami’ Syuruh Ats-Tsalatsatul Ushul, Dar ibnu Jauzi, Kairo. (hal. 276 – 277)  ↩